Selasa, 26 September 2017

Sarwo Darmono dengan geguritannya Sini Budaya Mung Kari Tilas w

Mari kita alih-bahasakan geguritan Mas Sarwo Darmono ini yang berjudul "Seni Budaya Mung Kari Tilas" judul yang apik untuk direnungkan kita semua. Mula Sarwo membuka puisinya dengan menampilkan kenyataan akan perilaku berkesenian //kabeh jingkrak senajan hamung jaran kencak// seakan hanya 'segebragan (kontemporer) penampilan semalam (kethoprak/ludruk) dan cuma figuran.
Kemudian puisi ini menceritakan perubahan budaya yg mengagungkan budaya luar. Sarwo menguingatkan untuk keagungan budaya luhur. Katanya mumpung masih ada zaman kembali ke budaya kita yg luhur. Kemasan apik Mas Sarwo Darmono mari kita lihat.

Sarwo Darmono

                                                            Seni Budaya Mung Kari Tilas

Kabeh pada nyengkuyung sanajan hamung kentrung
Kabeh pada gemnruduk sanajan hamung ludruk
Kabeh pada guyub sanajan hamung tayub
Kabeh pada sigrak sanajan hamung kethoprak
Kabeh pada jingkrak sanajan hamung jaran kencak
Kabeh pada girang sanajan hamung wayang Lan Glipang
Kabeh seni budaya iki wus pada ilang
Sanajan ana mung kari arang-arang
Kabeh mung kari tilas
Kabeh pada ora nggagas
Jare ngunu kuwi budaya wus lawas
Budaya ora duwe kelas.
Jarene sing duwe kelas budaya manca
Apa-apa kudhu teka budaya manca
Jogete joget manca
Busanane busana cara manca
Srawungge srawung cara manca
Yen teka manca dipuja-puja
Sanajan kurang prayoga
Budaya manca sumebar ing bumi nuswantara
Kabeh pada lena, ora krasa, ora rumangsa yen budaya nusantara katindes budaya manca
Mumpung esih ana mangsa
Ayo pada rekadaya tresna marang budaya bangsa
Nguri nguri lestari budaya negeri
Seni budaya jatidiri Ibu Pertiwi
Lumajang, 5 Agustus 2017
Sarwo Darmono, penyair dan juga penyiar radio tinggal di Lumajang

Minggu, 24 September 2017

Indramayu Kota yang Semakin Cantik

Kota yang semakin cantik

Indramayu pada 7 Oktober 2017 ini memasuki usia ke-490. Jelang 5 abad yang melewati berbagai peradaban manusia, khususnya di Indramayu. Kabupaten Indramayu kini dalam kesejajaran dengan kota-kota lainnya seperi Cirebon atau Bandung dengan perkembangan pembangunan yang sangat cepat. Berbagai aspek kemajuan pembangunan fisik, kesehatan, pendidikan sebagai peningkatan sumber daya manusia serta pendapatan perkapita masyarakat sebagai tingkat daya beli masyarakat kian meningkat adalah bukti kemakmuran Indramayu saat ini. Tingkat keamanan yang kondnsif serta kerukunan beragama warga indramayu adalah prestasi tersendiri. Bahkan penataan kota yang semakin indah telah menuai berbagai penghargaan baik untuk kota Indramayu maupun pada Bupati Indramayu Anna Sophanah. Bahkan untuk kategori Adipura telah mendapatkan sebanyak 9 X secara berturut-turut. Adalah sosok Anna Sophanah srikandi Indramayu masa kini yang mampu memajukan Indramayu seperti sekarang ini. Keistimewaan itu dikarenakan seorang perempuan yang mampu memimpin daerah pantura yang luas dan dengan segala tantangannya di wilayah Indramayu. Semoga tetap sehat dan terus berkiprah dihari Jadimu 7 Oktober 2017 , Salam dan dukungan slalu untukmu.
(RgBagus Warsono) .

Minggu, 30 Juli 2017

Batavia harus ditaklukan dan apabila melawan maka akan dihancurkan berkeping-keping. Oleh Rg Bagus Warsono

Kerajaan-kerajaan di Jawa kecil atau besar sudah menyatakan tunduk terhadap Mataram. Kerajaan-kerajaan di Jawa Barat seperti kerajaan Cirebon, Galuh, Sumedang Larang telah tunduk dan membayar upeti pada Mataram. Kini tinggal kerajaan Banten. Jika Banten dikuasai maka genaplah sudah seluruh Jawa disatukan Mataram. Namun bangsa asing mendirikan pelabuhan yang bernama Batavia. VOC memiliki tentara untuk setiap ekspansinya. Di Batavia didirikan benteng-benteng untuk melindungi VOC. Bagi Sultan Agung , Batavia adalah penghalang untuk menaklukkan Banten. Sultan Agung faham betul politik VOC. Jika Mataram menyerang Banten, maka VOC akan melindunginya demi kepentingannya di wilayah Banten. Oleh karena itu sebelum menaklukan Banten, Batavia harus ditaklukan dan apabila melawan maka akan dihancurkan berkeping-keping.

 Untuk mendukung pasukan Tumenggung Bahureksa, Mataram mengirim telik sandi dan surat kepada kerajaan-kerajaan dan bupati-bupati serta kadipaten sepanjang pantai utara Jawa yang isinya memerintahkan menyiapkan prajurit utuk berperang. Dan ancaman bagi yang menolak.

 Dari arah timur datang armada pasukan Mataram dari Demak. Mataram memiliki kesatuan prajurit yang berpangkalan di Demak baik angkatan laut maupun pasukan kerajaan Mataram. Kapal-kapal Demak yang membawa prajurit itu tidak berlabuh di Kendal tertapi berada di perairan Kendal untuk bersama-sama bergabung dengan pasukan lainnya menuju Batavia.

 Sorak sorai penduduk di pelabuhan Kendal melepas seribu pasukan Mataram berlayar menuju Batavia. Panji-panji kebesaran Mataram diarak dan dibentangkan di haluan kapal-kapal perang Mataram. Dua meriam kebanggan milik mataram berada di dua kapal utama di armada pasukan itu. Tumenggung Bahureksa berada di kapal utama armada pasukan itu.

 Mataram pun menyiapkan pasukan cadangan dari daerah Kedu Bagelen untuk memperkuat panglima Tumenggung Bahureksa. Dikirmnya surat kepada bupati Kedu untuk menyiapkan pasukan pengawal kabupaten untuk bertempur. Di Daerah Kedu pada saat itu terkenal dengan pendekar-pendekar yang gagah berani. Mendengar permintaan Sultan Agung itu, bupati Kedu membalasnya dan siap menyiapkan 500 prajurit. Prajurit pengawal bupati Kedu dikenal sejak lama sebagai prajurit yang haus peperangan.

Sabtu, 29 Juli 2017

Catatan tentang Penyerbuan Mataram ke Batavia oleh Rg Bagus Warsono

Keberadaan tentara VOC di Batavia mengusik amarah Sultan Agung Mataram yang bercita-cita membangun kejayaan Majapahit untuk mempersatukan nusantara. Karena itu Sultan Agung menghendaki agar keberadaan VOC di Batafia secepatnya ditumpas.

 Gaya kepemimpinan raja-raja Mataram hingga sampai Sultan Agung belum terpengaruh banyak dari pengaruh bangsa Eropa.Sebelum keraton dimasuki orang asing, prinsip perluasan wilayah kerajaan terhadap kerajaan lainnya adalah 'tunduk atau di tumpas.

 Mataram mengabaikan raja-raja bawahannya dalam suksesi kepemimpinan menggunakan sistem ahli waris. Mataram berprinsip 'siapa memihaknya dia yang dilantik menjadi raja/ bupati. Di sinilah letak benih pertikaian yang menimbulkan 'raja kembar, perang saudara, dan pemberontakan

 Pada penyerangan kedua Mataram terhadap Batavia dengan pasukan dalam jumlah besar yang dipimpin Adipati Ukur, Batavia sebetulnya sudah terkepung dari semua penjuru dan dikuasai. Namun sayang, Mataram menyerang Benteng Batavia dengan senjata tradisional tanpa perhitungan sehingga memakan jumlah korban yang banyak. Padahal tinggal menunggu dan mencegah masuknya suplai logistik ke dalam benteng, VOC tentu akan menyerah.

 Istilah /kata 'catu berkembang pada masa penyerbuan Mataram ke Batavia di daerah-daerah yang dilewati pasukan . kata catu berarti : adalah bagian yang sudah ditentukan banyaknya. adapun sinonim dari kata catu yaitu : alokasi, bagian, distribusi, habuan, jatah, kuota, paket, panggu, porsi .

Dalam berbagai kesempatan, Buku untuk Literasi Sekolah



Bahurekso , oleh Rg Bagus Warsono

Keberadaan tentara VOC di Batavia mengusik amarah Sultan Agung Mataram yang bercita-cita membangun kejayaan Majapahit untuk mempersatukan nusantara. Karena itu Sultan Agung menghendaki agar keberadaan VOC di Batafia secepatnya ditumpas.

 Prestasi Tumenggung Bahurekso, seorang senopati tentara Mataram dalam menaklukan Surabaya menjadikan Sultan Agung Mataram memilih prajurit pilih tanding ini sebagai Panglima Perang dalam penyerbuan Batavia. Senopati Mataram yang dikenal dengan sebutan Joko Bahu ini langsung memimpin perintah pasukan Mataram dimana pun berada termasuk pasukan pengawal bupati mana pun bawahan Mataram.

 Kewibawaan Tumenggung Bahurekso tergambar pada setiap bupati bawahan Mataram di Jawa yang bersedia mengirimkan pasukan pengawal bupati untuk membantu Bahurekso dalam penyerbuan ke Batavia. Gelar panglima perang yang diberikan Sultan Agung kepada Bahurekso menjadikannya semua kesatuan prajurit Mataram tunduk perintahnya.
Dari alasan itu tidak mungkin dan mustahil jika ada prajurit Mataram berani menangkap dan menghukum Bahurekso .

 Bahurekso menyadari kekurangan Armada angkatan laut Mataram, Beberapa kapal perang yang dimiliki adalah kapal niaga yang dibelinya dari Cina dan Malaka.

Menyumbangkan Buku untuk Literasi Sekolah