Sabtu, 25 April 2015
Sabtu, 20 Desember 2014
Kesaksian Pembaca Sebuah Karya Sastra
Kesaksian Pembaca Sebuah Karya Sastra
Bagaimana pembaca bersaksi bahwa Anda adalah seorang pengarang dengan karya yang besar. Padahal pembaca tak memiliki legetimasi sebagai pemegang kesaksian karya itu. Bukan tidak mungkin akhirnya merupkan pengakuan sementara dari seseorang, kelompok /beberapa orang yang kemudian pernyataan kesaksian itu ditelan waktu dan lupa.
Baiklah kita gali lebih jauh bagaimana peran pembaca terhadap sebuah karya sastra menjadi berperan sebagai saksi bagi sebuah karya sastra yang dibuat pengarangnya.
Apresiasi Pembaca
Sejauhmana karya Anda mendapat kesaksian pembaca, adalah sejauhmana apresiasi didapatkan dari membaca karya sastra. Apresiasi pembaca diwujudkan dalam kehidupan dan kegiatannya mengisi hidup dan apresiasi lain adalah diwujudkan dalam bahasa tulis.
Hidup dan kegiatnnya ditampilkan dalam kegiatan mengisi dunia merteka melakukannya wujud kesaksian itu dengan berbagai kegiatan relevan dengan sastra seperti lomba membaca karya sastra (puisi/cerpen), penampilan drama , film, diskusi, bedah buku dan sebagainya. Kesaksian pembaca yang demikian biasanya mengundang orang untuk membuat kesaksian dengan bahasa tulis seperi pemberitaan melalui media massa, atau wujud apresiasi ragam tulisan lain.
Kesaksian dalam bahasa tulis ini menjadi kesaksian yang berkualitas karena memiliki ujud kebendaan yang memang bersumber dari seseorang yang menuliskan tentang karya Anda itu. Semakin banyak orang memberi kesaksian dalam bahasa rtulis maka semakin kuat karya sastra dan pengarangnya diakui seluas sebuah kesaksian itu.
bersambung............
RgBagus Warsono 21-12-14
Bagaimana pembaca bersaksi bahwa Anda adalah seorang pengarang dengan karya yang besar. Padahal pembaca tak memiliki legetimasi sebagai pemegang kesaksian karya itu. Bukan tidak mungkin akhirnya merupkan pengakuan sementara dari seseorang, kelompok /beberapa orang yang kemudian pernyataan kesaksian itu ditelan waktu dan lupa.
Baiklah kita gali lebih jauh bagaimana peran pembaca terhadap sebuah karya sastra menjadi berperan sebagai saksi bagi sebuah karya sastra yang dibuat pengarangnya.
Apresiasi Pembaca
Sejauhmana karya Anda mendapat kesaksian pembaca, adalah sejauhmana apresiasi didapatkan dari membaca karya sastra. Apresiasi pembaca diwujudkan dalam kehidupan dan kegiatannya mengisi hidup dan apresiasi lain adalah diwujudkan dalam bahasa tulis.
Hidup dan kegiatnnya ditampilkan dalam kegiatan mengisi dunia merteka melakukannya wujud kesaksian itu dengan berbagai kegiatan relevan dengan sastra seperti lomba membaca karya sastra (puisi/cerpen), penampilan drama , film, diskusi, bedah buku dan sebagainya. Kesaksian pembaca yang demikian biasanya mengundang orang untuk membuat kesaksian dengan bahasa tulis seperi pemberitaan melalui media massa, atau wujud apresiasi ragam tulisan lain.
Kesaksian dalam bahasa tulis ini menjadi kesaksian yang berkualitas karena memiliki ujud kebendaan yang memang bersumber dari seseorang yang menuliskan tentang karya Anda itu. Semakin banyak orang memberi kesaksian dalam bahasa rtulis maka semakin kuat karya sastra dan pengarangnya diakui seluas sebuah kesaksian itu.
bersambung............
RgBagus Warsono 21-12-14
Jumat, 19 Desember 2014
Anies Baswedan tentang minat baca
JAKARTA - Minat baca di Indonesia masih tergolong rendah. Menurut data UNESCO, pada 2012, minat baca warga negara Indonesia (WNI) hanya mencapai 0,001 persen.
Penggalangan minat baca ini pun terus dilakukan pemerintah. Hal itu dilakukan khususnya melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).
Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, harus ada dukungan lingkungan untuk meningkatkan minat baca. Hal pertama yang mesti dilakukan adalah dengan membudayakan minat baca dari dalam keluarga.
"Orangtuanya harus punya minat baca. Lalu anak-anaknya diajak punya minat baca," ujar Anies di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (19/12/2014).
Guru pun sebagai pendidik diwajibkan memiliki minat baca yang tinggi, sehingga mampu menularkan budaya membawa kepada peserta didik. Tak lupa, kata Anies, tingkat rukun tetangga (RT) juga membentuk komunitas belajar untuk mendorong minat baca anak-anak.
"Buatlah jam belajar, jam membaca. Jadi, jangan hanya nonton televisi, tetapi ada jam baca yang digalakkan," jelas Anies.
Mengenai ketersediaan buku, menurut Anies, tak akan menjadi halangan. Di daerah terpencil sendiri saat ini sudah banyak berdiri perpustakaan daerah. Hal yang menjadi masalah hanya meningkatkan minat baca dari internal peserta didik. Kemauan untuk bangkit dari minat baca yang rendah sangatlah diperlukan.
"Jadi kalau barang bisa dikirim dengan mudah, buku yang lain juga mudah," tegas Anies.
Minggu, 26 Oktober 2014
Kabinet Kerja Presiden Jokowi-Jusuf Kalla periode 2014-2019.
Berikut ini susunan Kabinet Kerja Presiden Jokowi-Jusuf Kalla periode 2014-2019.
1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
2. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Bappenas: Andrinof Chaniago
3. Menteri Koordinator Kemaritiman: Indroyono Soesilo
4. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto
5. Menteri Koordinator Perekonomian: Sofyan Djalil
6. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
10. Menteri ESDM: Sudirman Said
11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
14. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H. Laoly
15. Menteri Kominfo: Rudiantara
16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi
17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
18. Menteri Negara BUMN: Rini M. Soemarno
19. Menteri Koperasi dan UMKM: A.A. Gusti Ngurah Puspayoga
20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
22: Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
24. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
25. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup: Siti Nurbaja
26. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin
28. Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Peranan Wanita: Yohanan Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M. Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja'far
1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
2. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Bappenas: Andrinof Chaniago
3. Menteri Koordinator Kemaritiman: Indroyono Soesilo
4. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto
5. Menteri Koordinator Perekonomian: Sofyan Djalil
6. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
10. Menteri ESDM: Sudirman Said
11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
14. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H. Laoly
15. Menteri Kominfo: Rudiantara
16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi
17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
18. Menteri Negara BUMN: Rini M. Soemarno
19. Menteri Koperasi dan UMKM: A.A. Gusti Ngurah Puspayoga
20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
22: Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
24. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
25. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup: Siti Nurbaja
26. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin
28. Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Peranan Wanita: Yohanan Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M. Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja'far
Susi Pudjiastuti
Menurut laman wikipedia.org Susi lahir di Pangandaran, 15 Januari
1965. Dia adalah pemilik dan Presdir Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine
Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT. ASI Pudjiastuti
Aviation atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat.
Hingga awal tahun 2012, Susi Air memiliki 46 pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter dan Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 179 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing.
Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp. 300 Miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.
Asal Jawa Tengah
Ayah dan ibunya Susi Pudjiastuti yaitu Haji Suwuh dan Hajjah Suwuh Lasminah berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima generasi lahir dan hidup di Pangandaran. Keluarganya adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat.
Kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah. Susi hanya memiliki ijazah SMP. Setamat SMP ia sempat melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun, di kelas II SMAN Yogyakarta dia berhenti sekolah, karena dikeluarkan dari sekolah lantaran keaktifannya dalam gerakan Golput.
Setelah tidak lagi bersekolah, dengan modal Rp750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi mengawali profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnisnya terus berkembang, dan pada 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek “Susi Brand”.
Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.
Didukung suaminya, Christian von Strombeck, seorang Jerman yang lama bekerja sebagai mekanik pesawat dan pilot di Indonesia, pada 2004 Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar menggunakan pinjaman bank.
Melalui PT. ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami Aceh melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004, Cessna Susi adalah pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi.
Ubah Bisnis
Peristiwa itu mengubah arah bisnis Susi. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya itu yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera.
Susi menerima banyak penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.
Tahun 2006, dia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award 2009 dari PT Exelcomindo. Pada tahun 2008 dia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School. (Kabar24.com)
Hingga awal tahun 2012, Susi Air memiliki 46 pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter dan Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 179 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing.
Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp. 300 Miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.
Asal Jawa Tengah
Ayah dan ibunya Susi Pudjiastuti yaitu Haji Suwuh dan Hajjah Suwuh Lasminah berasal dari Jawa Tengah yang sudah lima generasi lahir dan hidup di Pangandaran. Keluarganya adalah saudagar sapi dan kerbau, yang membawa ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat.
Kakek buyutnya Haji Ireng dikenal sebagai tuan tanah. Susi hanya memiliki ijazah SMP. Setamat SMP ia sempat melanjutkan pendidikan ke SMA. Namun, di kelas II SMAN Yogyakarta dia berhenti sekolah, karena dikeluarkan dari sekolah lantaran keaktifannya dalam gerakan Golput.
Setelah tidak lagi bersekolah, dengan modal Rp750 ribu hasil menjual perhiasan, pada 1983 Susi mengawali profesi sebagai pengepul ikan di Pangandaran. Bisnisnya terus berkembang, dan pada 1996 Susi mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk unggulan berupa lobster dengan merek “Susi Brand”.
Ketika bisnis pengolahan ikannya meluas dengan pasar hingga ke Asia dan Amerika, Susi memerlukan sarana transportasi udara yang dapat dengan cepat mengangkut lobster, ikan, dan hasil laut lain kepada pembeli dalam keadaan masih segar.
Didukung suaminya, Christian von Strombeck, seorang Jerman yang lama bekerja sebagai mekanik pesawat dan pilot di Indonesia, pada 2004 Susi memutuskan membeli sebuah Cessna Caravan seharga Rp 20 miliar menggunakan pinjaman bank.
Melalui PT. ASI Pudjiastuti Aviation yang ia dirikan kemudian, satu-satunya pesawat yang ia miliki itu ia gunakan untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai di Indonesia ke pasar Jakarta dan Jepang. Call sign yang digunakan Cessna itu adalah Susi Air. Dua hari setelah gempa tektonik dan tsunami Aceh melanda Aceh dan pantai barat Sumatera pada 26 Desember 2004, Cessna Susi adalah pesawat pertama yang berhasil mencapai lokasi bencana untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban yang berada di daerah terisolasi.
Ubah Bisnis
Peristiwa itu mengubah arah bisnis Susi. Di saat bisnis perikanan mulai merosot, Susi menyewakan pesawatnya itu yang semula digunakan untuk mengangkut hasil laut untuk misi kemanusiaan. Selama tiga tahun berjalan, maka perusahaan penerbangan ini semakin berkembang hingga memiliki 14 pesawat, ada 4 di Papua, 4 pesawat di Balikpapan, Jawa dan Sumatera.
Susi menerima banyak penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.
Tahun 2006, dia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award 2009 dari PT Exelcomindo. Pada tahun 2008 dia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School. (Kabar24.com)
Retno L P Marsudi
Nama Lengkap :
Tanggal Lahir : 27 November 1962
Nama Istri/Suami : Agus Marsudi
Tanggal Lahir : 27 November 1962
Nama Istri/Suami : Agus Marsudi
Riwayat Pendidikan
- S1, Universitas Gadjah Mada, , 1985
- S2, Haagsche Hooge School, Hukum
Riwayat Pekerjaan
- Pejabat Counselor Ekonomi KBRI Den Haaq, 1997 - 2001
- Direktur Kerjasama Intra Kawasan Amerika-Eropa Kementerian Luar Negeri, 2001 - 2003
- Direktur Eropa Barat Kementerian Luar Negeri, 2003 - 2005
- Duta Besar LBBP untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia, 2005 - 2008
- Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, 2008 - 2012
- Dubes RI untuk Kerajaan Belanda, 2012
Prestasi :
- warga negara Indonesia yang pertama kali menerima penghargaan Order of Merit dari Kerajaan Norwegia
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)


